news
Langganan

Terjadi 663 Gempa Susulan di Flores Timur, Kekuatan Melemah - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia | Espos.id

by Newswire  - Espos.id News  -  Sabtu, 18 Desember 2021 - 03:43 WIB

ESPOS.ID - Sejumlah warga mengungsi pasca gempa bumi di Kecamatan Pasilambena, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/12/2021). Sebanyak 504 rumah mengalami kerusakan dan tujuh orang dilaporkan terluka akibat getaran gempa berkekuatan 7,4 skala richter di Laut Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada (14/12/2021). ANTARA FOTO/New Pasilambena/abhe/aww.

Esposin, JAKARTA — Hingga Jumat (17/12/2021) total terjadi 663 kali gempa bumi susulan atau aftershock pascagempa magnitudo 7.4 di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Selasa (14/12/2021).

Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, rentetan gempa susulan itu menunjukkan tren penurunan baik intensitas maupun frekuensi, namun masyarakat tetap diminta untuk waspada.

Advertisement

Gempa susulan merupakan fenomena yang lazim setelah terjadi gempa besar. “Sudah 663 kali gempa bumi susulan. Masyarakat diharapkan tidak terlalu khawatir, tapi tetap waspada. Itu merupakan fenomena yang lazim terjadi setelah terjadi gempabumi besar,” jelas Daryono seperti dikutip Esposin dari Okezone, Jumat.

“Frekuensi dari aktivitas gempa bumi susulan itu sudah menurun,” imbuhnya.

Gempa bumi yang berpusat di 7.59 LS dan 122.24 BT itu sebelumnya dirasakan kuat oleh masyarakat di 18 kabupaten di 3 provinsi, meliputi 9 kabupaten di Nusa Tenggara Timur, 3 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dan 6 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.

Advertisement

Baca Juga: Dampak Gempa NTT, Jalan dan Bangunan di Kepulauan Selayar Rusak Parah 

Gempa bumi yang diikuti dengan adanya peringatan dini tsunami dari BMKG itu juga membuat sebagian warga di Kabupaten Kepulauan Selayar trauma karena teringat tentang gempa bumi kuat yang terjadi pada 12 Desember 1992, dan memicu terjadinya gelombang tsunami yang juga berdampak di Kepulauan Selayar.

Faktor psikologis ini menimbulkan kekhawatiran warga sehingga sebanyak 5.064 jiwa memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Advertisement

Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Selayar, beberapa warga hingga hari ini masih memilih tinggal di tenda-tenda darurat yang dibangun menggunakan terpal.

Dengan adanya hasil monitoring gempa susulan dari BMKG tersebut, diharapkan masyarakat terdampak tidak terlalu khawatir dan optimis kondisi segera pulih. Seiring dengan peluruhan energi pascagempa, diharapkan seluruh aktivitas masyarakat dapat segera kembali seperti semula.

Advertisement
Abu Nadzib - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif