news
Langganan

Tarif Naik, Pengemudi Ojol Curhat - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia

by Anitana Widya Puspa  - Espos.id News  -  Minggu, 11 September 2022 - 12:45 WIB

ESPOS.ID - Pengemudi ojek online atau ojol saat menunggu pesanan di Jalan Sukowati, Salatiga, Jateng, Sabtu (20/8/2022). (Solopos.com-Hawin Alaina)

Solopos.com, JAKARTA--Tarif ojek online (ojol) per hari ini (11/9/2022) resmi mengalami kenaikan seusai Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa hari lalu mengeluarkan Keputusan Menteri 677 Tahun 2022 yang isinya menyesuaikan tarif seiring kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite.

Perusahaan aplikator seperti Gojek dan Grab juga sudah mengkonfirmasi dalam menaikkan tarif per pukul 00.00 tadi malam. Kenaikan tarif ini ternyata cukup mendapatkan tanggapan positif dari para pengemudi ojol di lapangan. Salah satunya, Ismail (42).

Advertisement

“Setelah sekian lama tidak ada kenaikan tarif, bahkan sebelumnya turun beberapa kali, dini hari tadi dapat pesan resmi dari Gojek Indonesia yang menginformasikan kenaikan tarif bawah dan atas,” ujarnya, Minggu (11/9/2022).

Baca Juga GoTo Gojek Tokopedia Respons Kenaikan Tarif Ojol

Advertisement

Baca Juga GoTo Gojek Tokopedia Respons Kenaikan Tarif Ojol

Ismail juga menyampaikan bahwa Kemenhub sebelumnya telah memutuskan adanya kenaikan tarif dan sudah mendengar keluh kesah driver di lapangan. Menurutnya, dengan kenaikan tarif ini akan sangat membantu pendapatan mitra driver yang terimbas kenaikan BBM dan kenaikan biaya operasional serta harga kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah, ini bisa membantu untuk sedikit mengurangi biaya pengeluaran harian. Soalnya, setelah kenaikan harga BBM, diikuti dengan kenaikan bahan pokok lainnya. Semoga ini adalah pilihan terbaik,” jelasnya.

Advertisement

Baca Juga Tarif Ojol Naik, Ini Daftar Promo dan Diskon Naik Ojek Online

“Dari pesan yang saya dapat, kenaikannya tidak hanya berlaku untuk layanan Goride, tapi semua layanan lainnya seperti Gofood, Gomart, Gosend. Bahkan, teman-teman Gocar juga menginformasikan perihal kenaikan harga ini,” ujar Ismail.

Sebelumnya, Kemenhub menaikkan biaya jasa minimal atau tarif minimum dan tarif per kilometer di tiga zonasi. Kenaikannya berkisar antara 6%-13%. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Hendro Sugiatno, saat konferensi pers menyatakan penyesuaian biaya jasa ini dilakukan dalam rangka adanya penyesuaian terhadap beberapa komponen biaya jasa seperti bahan bakat minyak (BBM), upah minimum regional (UMR), dan komponen perhitungan jasa lainnya.

Advertisement

“Untuk biaya jasa ojek online 2022 kita putuskan adanya kenaikan yaitu untuk zona I dari batas bawah Rp1.850 naik ke Rp2.000 atau kenaikan 8 persen. Untuk batas atas dari Rp2.300 naik menjadi Rp2.500 yaitu naik 8,7 persen. Dan biaya jasa minimal menjadi Rp8.000-Rp10.000,” jelasnya.

Sementara untuk zona II terjadi kenaikan biaya batas bawah sebesar 13,33 persen dan batas atas sebesar 6 persen jika dibandingkan dari KP548 Tahun 2020.

“Untuk zona II yaitu dari KP 548 Tahun 2020 batas bawah Rp2.250 naik menjadi Rp2.550, untuk batas atas dari Rp2.650 naik menjadi Rp2.800. Jadi ada kenaikan batas bawah 13%, batas atas 6%. Biaya jasa minimal Rp10.200-Rp11.200,” terang Hendro.

Advertisement

Untuk zona III batas bawah dari Rp 2.100 naik menjadi Rp2.300 (naik 9,5%), batas atas dari Rp2.600 menjadi Rp2.750 (naik 5,7%), dan biaya jasa minimal Rp9.200-Rp11.000.

 

Berita ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul Tarif Ojol Resmi Naik Hari Ini, Begini Curhatan Pengemudi Ojol

 

 

Advertisement
Rahmat Wibisono - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif