news
Langganan

Peringati Hari Aksara, Ratusan Siswa SDIT Nur Hidayah Solo Nulis Aksara Jawa - Espos Indonesia dari Solo untuk Indonesia

by Dhima Wahyu Sejati  - Espos.id News  -  Kamis, 7 September 2023 - 12:32 WIB

ESPOS.ID - Sebanyak 125 siswa kelas VI SDIT Nur Hidayah Solo menulis aksara Jawa peringati Hari Aksara Internasional (HAI) di halaman sekolah setempat, Kamis (7/9/2023). (Solopos.com/Dhima Wahyu Sejati)

Esposin, SOLO—Sebanyak 125 siswa kelas VI SDIT Nur Hidayah Solo melakukan aksi menulis aksara Jawa untuk peringati Hari Aksara Internasional (HAI) di halaman sekolah setempat, Kamis (7/9/2023).

Ratusan siswa itu diajak menulis aksara Jawa di kertas asturo. Lalu mereka berbaris keluar sekolah untuk mengkampanyekan pentingnya masyarakat melestarikan aksara Jawa.

Advertisement

Ketua Pelaksana Kegiatan Peringatan Hari Aksara Internasional, Ningrum Khasanah, menyebut perlu memperkenalkan aksara Jawa sebagai budaya. 

“Agar anak-anak mencintai aksara Jawa sebagai salah satu kebudayaan Jawa. Bentuknya anak-anak menulis aksara Jawa di kertas asturo yang nantinya kan kita pajang di sekitar,” kata dia kepada wartawan, Kamis (7/9/2023).

Advertisement

“Agar anak-anak mencintai aksara Jawa sebagai salah satu kebudayaan Jawa. Bentuknya anak-anak menulis aksara Jawa di kertas asturo yang nantinya kan kita pajang di sekitar,” kata dia kepada wartawan, Kamis (7/9/2023).

Dia mengatakan sejauh ini anak-anak belum terlalu familiar dengan aksara itu meski berasal dari suku Jawa. Menurut dia, siswa-siswi malah lebih mengenal aksara lain seperti Korea dan Jepang.

Meski begitu terdapat pelajar Bahasa Jawa sejak kelas I. Namun, materi aksara Jawa baru dikenalkan pada kelas III ke atas. Melalui kegiatan yang dilaksanakan di halaman sekolah itu, juga bertujuan agar siswa kelas I sampai II melihat dan menyadari ada aksara Jawa.

Advertisement

Siswa kelas 6C, Rania Muntazam menyebut bukan kali ini saja dia belajar menulis aksara Jawa, melainkan sudah sejak kelas III. Menurut dia, menulis dan menghafal aksara Jawa lebih susah lantaran jarang digunakan di kehidupan sehari-hari.

“Seru sih belajar kaya gini, karena bisa bareng-bareng belajar sama temen,” kata dia.

Hari Aksara Internasional kali pertama diinisiasi pada Konferensi Menteri Pendidikan. Konferensi itu  dihadiri beberapa yang fokus membahas isu Pemberantasan Buta Huruf, di Teheran, Iran, tanggal 8-19 September 1965. 

Advertisement

Setahun setelahnya, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan dan meresmikan Hari Aksara Internasional jatuh pada 8 September 1966.

Lalu setiap 8 September diperingati sebagai HAI di seluruh dunia. Tujuan utama dari perayaan HAI adalah agar masyarakat sadar akan pentingnya literasi.

Advertisement
Ahmad Mufid Aryono - Jurnalis Solopos Media Group, menulis konten di media cetak dan media online.
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif